Polres Tanggamus Hadir dan Gelar Pengamanan Festival Mengan Balak

PID POLDA LAMPUNG   |   POLRES TANGGAMUS  |   Jumat, 30 Maret 2018 - 12:18:03 WIB   |  dibaca: 45 kali
Polres Tanggamus Hadir dan Gelar Pengamanan Festival Mengan Balak

Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma, S.IK. M.Si menghadiri featival mengan balak.

Lampung.polri.go.id - Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma, S.IK. M.Si menghadiri gelaran Mengan Balak atau Makan Besar dalam rangkaian hari ulang tahun (HUT) Kabupaten Pringsewu ke-9 tahun 2018 yang digelar di Lapangan Kuncup Pringsewu Barat, Kamis (29/3/18). Dalam festival Mengan Balak tersebut akhirnya mengantarkan Kabupaten Pringsewu berhasil mencatatkan rekor MURI sebagai penyelenggara sajian nasi bambu bakar terbanyak. Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Pringsewu Hi. Sujadi, Wakil Bupati Hi. Fauzi, Sekkab Drs. A. Budiman, Ketua DPRD Sagang Nainggolan, Dandim 0424 Letkol Inf. Anang Hasto Utomo, Kabag Ops Polres Tanggamus Kompol Aditya Kurniawan, SH. S.IK, jajaran Kapolsek Kabupaten Pringsewu, para tokoh agama, tokoh adat dan tokoh pemuda. Kapolres mengucapkan selamat kepada Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Pringsewu atas rekor tersebut. "Selamat atas raihan rekor Muri dalam festival Mengan Balak 15 ribu sajian nasi bambu terbanyak, mudah-mudahan semakin menambah semarak suasana HUT Kabupaten Pringsewu", tutur Kapolres dilokasi kegiatan. Dalam acara Mengan Balak ini, Polres Tanggamus juga menggelar pengamanan baik secara terbuka maupun tertutup termasuk pengaturan dan pengalihan arus lalu lintas guna memastikan kegiatan berjalan dengan lancar dan aman. Sementara, Bupati Pringsewu Hi. Sujadi dalam sambutannya mengatakan Mengan Balak merupakan salah satu dari bentuk ragam budaya daerah Lampung yang wajib dilestarikan, sebagaimana yang diamanatkan oleh Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No.10 Tahun 2014 tentang Pedoman Pelestarian Tradisi. “Mengan Balak yang secara harafiah berarti makan besar, memiliki makna yaitu sebuah bentuk penyajian makanan dalam jumlah yang besar untuk dimakan secara bersama-sama. Mengan Balak ini juga merupakan sebuah peristiwa budaya yang sangat unik yang lebih menekankan pada arti sebuah kebersamaan,” tuturnya. Menurut Bupati Pringsewu, selain sebagai wahana dalam rangka melestarikan budaya bangsa, acara Mengan Balak tersebut juga dapat dijadikan sebagai media untuk memperkenalkan kekayaan budaya daerah Pringsewu kepada publik secara luas, disamping untuk lebih meningkatkan kepedulian masyarakat Pringsewu sendiri terhadap warisan leluhur bangsa, selain dapat pula dimanfaatkan sebagai sarana untuk mempromosikan potensi kepariwisataan yang dimiliki Kabupaten Pringsewu. Bupati Pringsewu Hi.Sujadi juga menyampaikan apresiasi kepada pihak penyelenggara, panitia, serta seluruh peserta Mengan Balak, maupun yang lainnya yang telah turut serta dalam mensukseskan kegiatan tersebut. “Saya ingin kegiatan yang sangat baik ini, dapat terus berkesinambungan, dan bahkan bisa lebih ditingkatkan di masa-masa mendatang. Terlebih semua bahan makanan, mulai dari beras, ikan, bumbu, hingga sayuran, termasuk wadahnya berupa daun pisang dan bambu, semuanya berasal dari Pringsewu,” ujarnya. Perwakilan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) Awan Rahargo mengatakan kegiatan Mengan Balak atau makan besar secara bersama-sama yang melibatkan ribuan peserta, dengan sajian nasi bakar bambu sebanyak 15.000 porsi ini merupakan yang pertama terjadi, bukan hanya di Indonesia, namun juga DI seluruh dunia. "Museum Rekor Dunia Indonesia atau MURI memberikan ucapan selamat serta apresiasi dan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Pringsewu atas pemecahan rekor ini," tandasnya. (*)

Profil PID POLDA LAMPUNG

PID POLDA LAMPUNG


Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook